4 Penyebab Umum Bayi Sering Kentut, Ibu Tidak Perlu Khawatir!

Kentut merupakan sesuatu yang wajar karena hal ini merupakan bagian atau efek dari proses pencernaan. Tidak hanya pada orang dewasa, kentut juga terjadi pada bayi dan anak-anak. Namun, bagaimana jika kentut ini terjadi terlalu sering, terutama pada bayi Anda? Haruskah Anda  khawatir jika mendapati bayi sering kentut? Apa saja faktor yang menyebabkan kondisi seperti ini?

Faktor Penyebab Bayi Sering Kentut

Banyak hal yang bisa memicu timbulnya gas berlebih dalam perut bayi. Gas ini akan dibuang melalui anus yang kemudian disebut dengan kentut. Kentut yang terjadi hampir bersamaan dengan proses BAB adalah kentut yang wajar sebagai sisa dari pencernaan. Akan tetapi di samping itu, Anda juga harus tau penyebab lainnya yang mungkin membuat bayi Anda sering kentut. Diantaranya adalah :

  1. Menangis terus menerus

Menangis yang terus menerus akan menyebabkan bayi banyak memasukkan udara ke dalam perutnya. Kejadian ini akan menyebabkan kelebihan gas dalam perutnya. Ini salah satu penyebab mengapa bayi sering kentut. Jika bayi menangis, segeralah cari penyebabnya. Jangan sampai ia menangis terlalu lama.

 

  1. Intoleransi laktosa

Laktosa adalah salah satu enzim yang terdapat dalam susu. Laktosa dapat dipecah dan diubah menjadi sumber energi menggunakan bantuan enzim laktase. Pada orang dewasa, enzim laktase dapat dihasilkan dengan sendirinya melihat jumlah laktosa yang masuk ke dalam tubuh.

Namun, kemampuan ini terkadang masih belum dimiliki oleh bayi atau bayi masih dalam tahap belajar mengenali laktosa. Laktosa yang tidak berhasil dipecah akan masuk ke dalam usus besar untuk kemudian difermentasi dan menjadi gas. Gas inilah yang akan keluar sebagai kentut dalam jumlah yang cukup banyak.

 

  1. Posisi Menyusui yang salah

Seperti halnya menangis, posisi menyusui yang kurang tepat akan menyebabkan bayi menelan banyak udara. Perutnya akan penuh dengan gas sehingga menyebabkan bayi sering kentut. Cara untuk mengatasinya adalah dengan bergantian memberikan ASI dari payudara kanan dan kiri atau menyusui dalam posisi vertikal.

 

  1. Memberi susu botol

Bayi yang minum ASI saja masih beresiko kemasukan udara berlebih apalagi bayi yang menyusu menggunakan botol. Sering kali, bayi menyusu sambil tiduran. Hal ini menyebabkan tidak diketahuinya ketika susu bayi telah habis dan bayi tetap mengenyot dot. Sedotan dari botol kosong ini tentu saja akan memasukkan lebih banyak udara dan menyebabkan gas berlebih. Tidak heran jika kemudian bayi sering kentut. Usahakan untuk memberi susu botol dalam keadaan duduk.

Kentut akan segera berhenti jika dirasa gas dalam perut sudah tidak ada lagi. Anda bisa membantunya dengan mengoleskan minyak telon pada bagian punggungnya dan memijatnya secara halus agar gas segera keluar. Bayi sering kentut tidak menjadi masalah yang besar jika Anda segera mengetahui penyebabnya dan mencari jalan keluar. Namun jika kentut bayi tidak segera hilang, Anda harus membawanya ke dokter karena dikhawatirkan gas berlebih disebabkan oleh penyakit.

Leave a Reply